seputarbekasi.com/ — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS, Lilis Nurlia, menyerukan pentingnya penguatan integritas di seluruh lini masyarakat pada momentum Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati setiap 9 Desember.
Menurutnya, korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga masalah moral dan budaya yang harus diberantas melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia bukan sekadar peringatan, tetapi pengingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas,” ujar Lilis.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada penindakan, tetapi harus diperkuat dengan edukasi, keteladanan, dan tata kelola pemerintahan yang transparan.
“Korupsi merusak masa depan generasi. Karena itu, langkah pencegahan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, institusi, hingga pemerintah,” jelasnya.
Lilis juga mengingatkan bahwa Jawa Barat sebagai provinsi besar membutuhkan sistem pengawasan yang ketat untuk memastikan bahwa anggaran benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan yang berkualitas.
“Pemerintah daerah harus memastikan bahwa setiap rupiah digunakan secara amanah. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik adalah kunci,” tambahnya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh masyarakat untuk berani melaporkan dugaan korupsi dan tidak membiarkan praktik penyimpangan menjadi budaya yang dianggap normal.
“Kita perlu membangun keberanian kolektif. Jangan biarkan korupsi dianggap lumrah. Suara rakyat adalah kekuatan terbesar untuk mencegah penyimpangan,” tegasnya.
Lilis Nurlia menutup pesannya dengan ajakan untuk menjadikan Hakordia sebagai momentum memperkuat komitmen bersama menuju Indonesia yang bersih, berintegritas, dan bebas korupsi.
“Mari jadikan Hari Pemberantasan Korupsi Sedunia sebagai langkah memperbarui niat. Kita ingin Indonesia yang jujur, kuat, dan bermartabat,” pungkasnya. (ADHIKARYA PARLEMEN)






