Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Sebut Wangneng Berpengalaman 33 Tahun Kelola Energi

SEPUTARBEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi, , menyatakan optimisme terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Bantargebang setelah melihat langsung pengalaman dan kapasitas perusahaan Wangneng Environment di Huzhou, Tiongkok.

Menurut Sardi, salah satu alasan utama keyakinan tersebut adalah rekam jejak Wangneng Environment yang telah berkecimpung di sektor energi dan pengolahan sampah selama kurang lebih 33 tahun.

“Dengan pengalaman yang dimiliki Wangneng, kami semakin yakin PSEL Bantargebang dapat menjadi proyek strategis nasional yang sukses dan memberikan dampak positif bagi Indonesia, khususnya Kota Bekasi,” ujar Sardi, Minggu (28/6/2026).

Kunjungan kerja yang dilakukan DPRD Kota Bekasi bersama Pemerintah Kota Bekasi tersebut bertujuan memastikan kesiapan perusahaan yang akan menggarap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang, yang saat ini masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dalam kunjungan tersebut, Sardi didampingi Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, , serta Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, .

Selain meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah modern, rombongan juga mendapatkan penjelasan mengenai pengalaman operasional Wangneng Environment yang telah membangun dan mengoperasikan sekitar 30 fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di berbagai wilayah di Tiongkok.

Menurut Sardi, pengalaman panjang tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam memastikan bahwa teknologi dan sistem operasional yang akan diterapkan di Kota Bekasi telah teruji.

“Kami tidak ingin hanya melihat konsep atau paparan di atas kertas. Karena itu, kami datang langsung untuk melihat bagaimana perusahaan ini bekerja dan bagaimana teknologi tersebut diterapkan,” katanya.

Ia menjelaskan, fasilitas yang dikunjungi menggunakan teknologi waste-to-energy modern yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik melalui sistem pembakaran yang terintegrasi dengan pengendalian emisi dan pengolahan residu.

Selain itu, seluruh proses operasional dikendalikan melalui sistem digital yang memungkinkan pengawasan dilakukan secara real time, mulai dari penerimaan sampah hingga produksi energi listrik.

Sardi menilai, pengalaman dan teknologi yang dimiliki Wangneng menjadi modal penting dalam mewujudkan PSEL Bantargebang sebagai solusi jangka panjang persoalan sampah di Kota Bekasi.

Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga mendukung pengembangan energi terbarukan dan peningkatan kualitas lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa proyek ini benar-benar dikerjakan oleh perusahaan yang memiliki kemampuan, pengalaman, dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD Kota Bekasi akan terus menjalankan fungsi pengawasan selama proses pembangunan berlangsung agar proyek strategis tersebut dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sardi berharap keberhasilan pembangunan PSEL Bantargebang nantinya dapat menjadi contoh pengelolaan sampah modern yang terintegrasi dengan teknologi, lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

“Ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari upaya membangun masa depan Kota Bekasi yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *