SEPUTARBEKASI – Perkembangan ekonomi desa di Kabupaten Bekasi semakin terlihat pesat dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya berkat kehadiran jaringan Agen BRILink yang ditopang oleh BRI Kantor Cabang (KC) Cikarang. Dengan total 517 agen BRILink aktif, layanan ini kini menjadi pilar digitalisasi keuangan desa dan mendorong meningkatnya kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Bekasi.
Agen BRILink dirancang sebagai solusi layanan perbankan berbasis kemitraan yang menjangkau masyarakat hingga ke tingkat permukiman dan pasar tradisional. Layanan ini memungkinkan warga melakukan berbagai transaksi perbankan modern — seperti tarik tunai, setor tunai, transfer antar bank, pembayaran listrik, cicilan kendaraan, BPJS, hingga top up dompet digital — tanpa harus datang ke kantor cabang yang berlokasi jauh dari desa.
Kehadiran BRILink terbukti meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan dan mempercepat literasi digital. Warga yang sebelumnya hanya mengenal transaksi manual kini semakin terbiasa menggunakan layanan digital seperti pembayaran non-tunai, transfer cepat, hingga transaksi e-commerce. Hal ini sekaligus mendukung transformasi digital yang sedang digenjot pemerintah.
Salah satu agen yang berperan aktif dalam proses ini adalah Agen BRILink Asnarisa milik Bu A’as di Pasar Kojengkang, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu. Ia mengaku sejak bergabung menjadi agen BRILink, banyak perubahan terjadi pada ekonomi keluarganya maupun warga sekitar. “Sekarang masyarakat sudah sangat terbiasa bayar ini-itu pakai layanan digital. Kalau butuh bantuan, tinggal ke sini. Saya bangga bisa ikut memajukan desa,” ujarnya.
Dampak positif BRILink terasa bukan hanya dari sisi layanan, tetapi juga dari sisi ekonomi keluarga agen. Pendapatan agen meningkat melalui komisi transaksi, sementara usaha utama seperti warung sembako atau kios pulsa juga ikut berkembang karena pengunjung makin ramai. Dengan volume transaksi harian yang stabil, agen BRILink memiliki peluang penghasilan yang jauh lebih baik dibandingkan usaha toko biasa.
Selain itu, BRI KC Cikarang menyediakan fasilitas tambahan berupa dana talangan Bank Raya yang sangat membantu agen dalam menyediakan likuiditas cash untuk layanan tarik tunai. Banyak agen di wilayah Setu, Babelan, Tambun, serta Cikarang memanfaatkan fasilitas ini agar tetap dapat melayani warga tanpa kendala modal.
Keberadaan BRILink juga membuat putaran ekonomi desa menjadi lebih cepat. Pedagang kecil dapat langsung menerima pembayaran, melakukan transfer ke pemasok, atau menyetor modal usaha tanpa harus menutup toko untuk pergi ke bank. Hal ini meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional pedagang maupun warga.
Dari sisi sosial, agen BRILink menjadi titik interaksi bagi warga. Banyak warga lansia, ibu rumah tangga, hingga pemuda desa yang memanfaatkan layanan ini setiap hari. Bagi mereka, BRILink bukan sekadar tempat transaksi, melainkan sarana untuk mendapatkan solusi keuangan sederhana yang bisa dilakukan tanpa prosedur rumit.
BRI KC Cikarang menyatakan bahwa mereka akan terus memperluas jaringan BRILink ke wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan. Program ini bukan hanya bagian dari strategi bisnis, tetapi juga dari komitmen BRI untuk memperkuat inklusi keuangan dan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat di tingkat desa.
Dengan semakin luasnya jaringan BRILink, masyarakat Kabupaten Bekasi kini memiliki akses ke layanan keuangan modern yang cepat, dekat, murah, dan mudah dijangkau — menjadikan BRILink sebagai pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi lokal dan digitalisasi desa.






