seputarbekasi.com/ – Warga Kabupaten Aceh Tamiang dibuat geger dengan kemunculan kayu super jumbo yang terdampar di sejumlah titik pemukiman pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut. Kayu berukuran tak lazim itu ramai direkam dan diulas warga melalui media sosial karena dinilai janggal, baik dari sisi ukuran maupun kondisi fisiknya yang masih memperlihatkan bekas potongan gergaji mesin.
Temuan kayu-kayu raksasa ini memunculkan dugaan kuat bahwa material tersebut berasal dari aktivitas pembalakan liar di kawasan hulu. Dugaan itu menguat setelah warga melihat langsung permukaan kayu yang rata dan bekas potongan mesin yang masih terlihat jelas, menandakan kayu tersebut bukan tumbang alami, melainkan hasil penebangan.
Sejumlah warga menilai kemunculan kayu super jumbo ini menjadi bukti nyata kerusakan hutan yang selama ini diduga terjadi secara masif namun sulit terpantau. Ketika hujan ekstrem terjadi, material kayu tersebut hanyut bersama arus deras dan menghantam wilayah hilir, memperparah daya rusak banjir yang melanda permukiman.
“Kalau bukan dari hutan yang ditebang, tidak mungkin kayunya sebesar ini bisa hanyut sampai ke kampung-kampung,” ujar salah satu warga Aceh Tamiang yang ikut merekam kayu tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat di hilir hanya menerima dampak, sementara kerusakan sebenarnya terjadi jauh di kawasan hutan.






