seputarbekasi.com/ – Praktik prostitusi yang berlangsung di sebuah gang sempit di wilayah Cibitung, Kabupaten Bekasi, kembali memantik sorotan publik. Aktivitas tersebut terekam dan didokumentasikan oleh akun media sosial Asep Murriel, yang memperlihatkan secara langsung kondisi gang yang diduga kuat menjadi lokasi prostitusi terselubung dan masih beroperasi hingga saat ini.
Dalam dokumentasi yang beredar luas di media sosial, tampak Asep Murriel melintasi gang tersebut dan merekam deretan bangunan yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi. Aktivitas di dalam gang terlihat berlangsung tanpa upaya penutupan atau penertiban dari aparat pemerintah daerah, meskipun lokasi tersebut berada tidak jauh dari permukiman warga.
Rekaman tersebut langsung menuai reaksi dari masyarakat. Banyak warga mempertanyakan absennya tindakan tegas dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, terutama karena praktik serupa disebut telah berlangsung cukup lama dan bukan lagi menjadi rahasia umum di lingkungan sekitar.
“Kalau warga biasa saja bisa mendokumentasikan dan tahu lokasinya, seharusnya pemerintah lebih tahu,” tulis salah satu komentar warganet yang menanggapi unggahan tersebut.
Keberadaan gang prostitusi ini dinilai menimbulkan keresahan sosial. Selain berdampak pada lingkungan dan keamanan warga, aktivitas tersebut juga dianggap mencederai norma sosial dan berpotensi memicu persoalan lain, mulai dari peredaran minuman keras hingga tindak kriminal.
Sejumlah warga Cibitung menilai Pemkab Bekasi seolah menutup mata terhadap persoalan tersebut. Mereka mempertanyakan konsistensi pemerintah daerah dalam menegakkan peraturan daerah terkait ketertiban umum dan penyakit masyarakat.
“Penertiban sering digaungkan, tapi di lapangan lokasi seperti ini tetap jalan. Kami hanya ingin lingkungan kami aman,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun aparat penegak perda terkait dokumentasi yang beredar dan dugaan praktik prostitusi di gang tersebut. Warga berharap rekaman yang telah viral itu tidak hanya berhenti sebagai tontonan publik, tetapi menjadi pemicu tindakan nyata dari pemerintah daerah.
Masyarakat mendesak agar Pemkab Bekasi segera turun tangan, melakukan penertiban, serta memastikan tidak ada pembiaran terhadap aktivitas yang dinilai melanggar aturan dan meresahkan warga. Tanpa langkah konkret, sorotan publik terhadap lemahnya pengawasan di tingkat daerah dipastikan akan terus menguat.









