seputarbekasi.com/, Bandung – Dedi menegaskan, keselamatan lalu lintas kini menjadi isu darurat nasional. Berdasarkan data Pemdaprov Jabar, korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas mencapai lebih dari 3.300 orang, jauh melampaui korban bencana alam di wilayah yang sama.
“Kita sering sibuk bicara bencana alam, padahal korban kecelakaan jauh lebih banyak. Ini darurat kemanusiaan,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pengujian Kendaraan Bermotor dan Pengendalian Angkutan Barang Hasil Tambang di Bale Gemah Ripah, Gedung Sate Bandung, Kamis (6/11/2025).
Untuk memperkuat pengawasan, Pemdaprov Jabar menyiapkan pos layanan jalan terpadu dengan mobil derek, pemadam, patroli, dan tim medis. Kebijakan ini diiringi penerapan uji KIR baru pada 2026 yang mewajibkan bengkel resmi bersertifikat turut bertanggung jawab atas kelayakan kendaraan.
“Kalau kendaraan tidak laik dan menyebabkan kecelakaan, bengkelnya ikut bertanggung jawab,” tegas Dedi.
Selain itu, Dedi juga akan melakukan audit menyeluruh terhadap perusahaan angkutan darat bersama Organda Jawa Barat untuk memastikan standar keselamatan nasional diterapkan.
“Tidak boleh ada lagi kendaraan kanibal tanpa izin. Semua armada harus berstandar dan terdaftar,” katanya.
Dalam bidang infrastruktur, Pemdaprov Jabar menargetkan pembangunan jembatan baru dan rehabilitasi jalan secara menyeluruh, dengan peningkatan standar jalan kawasan industri menjadi jalan premium tiga hingga empat lajur.
“Mulai sekarang, jalan industri akan dibangun premium. Ketahanannya harus lebih tinggi untuk mendukung logistik dan keselamatan,” pungkasnya.









